NASA Uji Ketahanan Heat Shield pada Kepulangan Artemis II

Admin
0

 


Misi Artemis II tidak hanya menjadi tonggak kembalinya manusia ke sekitar Bulan, tetapi juga menguji salah satu komponen paling krusial dalam penerbangan luar angkasa: pelindung panas (heat shield) saat kembali ke Bumi.

Saat kapsul Orion memasuki atmosfer, sistem heat shield harus menahan suhu ekstrem hingga sekitar 2.700 derajat Celsius akibat gesekan berkecepatan tinggi. Tahap ini menjadi momen paling berisiko dalam seluruh misi, karena kegagalan pada pelindung panas dapat berakibat fatal bagi keselamatan awak.

Perhatian terhadap komponen ini meningkat setelah misi tanpa awak sebelumnya, Artemis I, menunjukkan adanya kerusakan tak terduga pada material pelindung panas. Beberapa bagian mengalami retakan dan pelepasan material akibat tekanan gas yang terperangkap di dalam lapisan pelindung selama proses masuk kembali ke atmosfer.

Meski demikian, NASA memutuskan tetap menggunakan desain heat shield yang sama untuk Artemis II, dengan melakukan penyesuaian pada jalur masuk kembali (reentry trajectory). Perubahan ini dirancang untuk mengurangi tekanan dan suhu ekstrem yang sebelumnya menyebabkan kerusakan.

Para insinyur NASA menyatakan bahwa serangkaian pengujian dan analisis telah menunjukkan sistem tersebut tetap aman digunakan. Bahkan, sejumlah skenario terburuk telah diuji untuk memastikan kapsul tetap mampu melindungi kru dalam kondisi ekstrem.

Meski ada kekhawatiran dari sebagian pakar, NASA menegaskan bahwa keselamatan awak menjadi prioritas utama. Keberhasilan tahap reentry ini menjadi penentu penting bagi kelanjutan program Artemis, yang bertujuan mengirim manusia kembali ke permukaan Bulan dan membuka jalan menuju misi ke Mars di masa depan.

Sumber: The New York Times

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default