Sejumlah pengguna melaporkan gangguan pengiriman email ke layanan Outlook.com setelah Microsoft secara massal menolak pesan dari sejumlah alamat IP dalam beberapa waktu terakhir. Situasi ini bahkan disebut sebagai “kacau” oleh salah satu sumber.
Masalah ini terjadi akibat sistem reputasi IP dan aturan pemblokiran (block list) yang diduga terlalu ketat atau mengalami kesalahan teknis. Akibatnya, email dari beberapa IP statis ditolak dengan kode kesalahan 550, yang meminta pengirim untuk menghubungi penyedia layanan internet (ISP) karena sebagian jaringan mereka masuk dalam daftar blokir.
Seorang pembaca media teknologi The Register mengungkapkan bahwa sejak akhir Januari terjadi lonjakan penolakan email, khususnya untuk akun Outlook gratis atau personal. Padahal, berdasarkan pemeriksaan melalui Smart Network Data Service (SNDS) milik Microsoft, tidak ditemukan pelanggaran atau masalah reputasi IP.
Perusahaan pengirim email tersebut juga tergabung dalam program JMRP (Junk Mail Reporting Program) yang seharusnya memberikan notifikasi jika ada laporan spam dari IP mereka. Namun, mereka mengaku tidak pernah menerima laporan apa pun.
Memasuki Februari, keluhan serupa mulai bermunculan di forum dukungan Microsoft. Beberapa pengguna menyebut email ke domain seperti outlook.com, live.com, hotmail.com, dan msn.com tidak terkirim dengan alasan “IP reputation” atau pembatasan sementara (rate limiting). Namun dalam praktiknya, tidak ada email yang berhasil dikirim sama sekali.
Gangguan ini berdampak luas, mulai dari server pengirim notifikasi otomatis perpustakaan umum Estonia hingga penyedia email untuk tenaga kesehatan. Banyak pelanggan dilaporkan kesulitan mengirim faktur, notifikasi pengiriman barang, hingga kode autentikasi.
Masalah semakin rumit karena sebagian besar pengguna akhir tidak memahami arti kode kesalahan 550. Mereka kerap menyalahkan ISP atau pengirim email, tanpa menyadari bahwa server penerima yang menolak pesan tersebut. Hal ini berpotensi merusak reputasi bisnis, terutama ketika email penting seperti tagihan atau tanda terima gagal terkirim.
Hingga berita ini diturunkan, Microsoft belum memberikan tanggapan resmi selain mengakui telah menerima pertanyaan dari media.
Sumber: TheRegister.com